Semarang – Program Studi Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan Kuliah Dosen Praktisi pada mata kuliah Matematika Komputasi, Selasa (22/9/2026). Kegiatan yang membahas perkembangan dan peran Artificial Intelligence (AI) dalam bidang matematika dan komputasi ini menghadirkan Prasetyo Bawono, S.Si., M.T.I., Critical Event Manager (CEM) at Hewlett Packard Enterprise (HPE) sebagai narasumber.

Kegiatan dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh mahasiswa Program Studi Matematika semester 3 dari Laboratorium Matematika Komputasi. Kuliah dosen praktisi ini menjadi salah satu upaya untuk mempertemukan pemahaman teoretis yang diperoleh mahasiswa dalam perkuliahan dengan perkembangan teknologi dan praktik profesional di dunia kerja.

Dalam pemaparannya, Prasetyo menjelaskan hubungan dua arah antara matematika komputasi dan Artificial Intelligence. Matematika menjadi salah satu fondasi utama dalam pengembangan berbagai teknologi AI, mulai dari aljabar linear, kalkulus, probabilitas, statistika, optimisasi, hingga metode numerik. Pada saat yang sama, perkembangan AI menghadirkan pendekatan dan perangkat baru yang dapat dimanfaatkan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan matematika dan komputasi.

Perkembangan teknologi komputasi dan AI juga membuka peluang baru dalam eksplorasi permasalahan matematika. Persoalan yang membutuhkan perhitungan dalam jumlah besar, pencarian pola pada data yang kompleks, maupun proses komputasi yang panjang dapat terbantu dengan hadirnya metode dan teknologi berbasis AI. Dengan demikian, AI tidak hanya berkembang dengan memanfaatkan fondasi matematika, tetapi juga dapat menjadi salah satu instrumen yang mendukung eksplorasi dan penyelesaian masalah matematika.

Pembahasan tersebut memberikan perspektif kepada mahasiswa bahwa perkembangan matematika dan teknologi komputasi memiliki keterkaitan yang semakin erat. Kemampuan memahami konsep matematika tetap menjadi fondasi penting, sementara penguasaan teknologi memberikan kesempatan untuk mengimplementasikan konsep tersebut dalam penyelesaian persoalan yang lebih kompleks dan relevan dengan kebutuhan masa kini.
Di sisi lain, narasumber juga menekankan bahwa perkembangan AI perlu disikapi secara kritis dan bertanggung jawab. Kemudahan yang ditawarkan AI tidak berarti bahwa setiap informasi atau hasil yang dihasilkan dapat diterima begitu saja. Teknologi AI tetap memiliki keterbatasan dan dapat menghasilkan jawaban yang kurang tepat, sehingga pengguna perlu memiliki pengetahuan yang memadai untuk melakukan verifikasi terhadap hasil yang diperoleh.

Bagi mahasiswa Matematika, kemampuan tersebut menjadi semakin penting. Pemahaman terhadap konsep, proses penalaran, dan metode penyelesaian masalah diperlukan agar mahasiswa tidak hanya mampu menggunakan AI, tetapi juga dapat menilai ketepatan hasil yang diberikan. Dengan demikian, AI ditempatkan sebagai alat yang mendukung proses belajar dan pemecahan masalah, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir matematis.

Mahasiswa juga diajak untuk melihat perkembangan AI dalam konteks yang lebih luas. Pesatnya pemanfaatan kecerdasan buatan di berbagai sektor menunjukkan bahwa kompetensi matematika, komputasi, pengolahan data, dan kemampuan berpikir analitis semakin dibutuhkan. Hal ini sekaligus membuka peluang bagi lulusan Matematika untuk berkontribusi dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan teknologi dan pengembangan sistem berbasis data.
Melalui Kuliah Dosen Praktisi ini, mahasiswa semester 3 memperoleh wawasan mengenai bagaimana materi yang dipelajari dalam Matematika Komputasi beririsan dengan perkembangan teknologi mutakhir dan kebutuhan dunia profesional. Pengalaman praktisi juga memberikan gambaran mengenai pentingnya membangun kompetensi yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teknologi, tetapi tetap berlandaskan pemahaman konsep dan kemampuan analitis yang kuat.

Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan matematika, komputasi, dan berpikir kritis sekaligus membangun sikap adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan fondasi matematika yang kuat dan kemampuan memanfaatkan teknologi secara bijak, mahasiswa diharapkan mampu mengambil peran dalam perkembangan Artificial Intelligence serta berbagai bidang komputasi yang terus berkembang.
